Sejak ku pertama kali berjumpa denganmu
Hati ini telah jatuh memilihmu
Walaupun bibir ini tak berani berkata
Kuharap lewat tatapan, kau mengerti
Mungkin aku berjalan sangat pelan
Ataukah kaumemang sedingin es abadi
Sehingga aku tak bisa menghangatkanmu
Tapi mengapa ada saja yang bisa dan mendahului
Kini semua tinggal kenangan
Kau pun menjadi miliknya
Walaupun kau tak tahu, hati ini sakit
Kuharap kau bahagia disana
Mungkinkah masih ada sedikit harapan
Biar aku sanggup bangkit
Sehingga ku bisa mencoba kembali
Tapi bukan untuk disakiti
Kuselalu menunggu hingga saatnya tiba
Menanti dengan sabar, tanpa kepastian
Kulewatkan hari demi hari sendiri
Padahal ku yakin kaulah penjawab segala gundahku
Padahal ku yakin kaulah terakhir untukku
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment